Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Semester 2 kelas 10 merupakan periode krusial dalam pembelajaran kimia. Materi yang disajikan umumnya lebih mendalam dan membutuhkan pemahaman konsep yang kuat, serta kemampuan analisis yang tajam. Mempersiapkan diri dengan baik untuk ulangan akhir semester adalah kunci keberhasilan. Artikel ini akan membimbing Anda melalui berbagai tipe soal yang sering muncul dalam ulangan kimia kelas 10 semester 2, lengkap dengan contoh soal dan pembahasannya. Tujuannya adalah agar Anda tidak hanya sekadar menghafal, tetapi benar-benar memahami esensi dari setiap topik.
Sebelum menyelami contoh soal, penting untuk merefleksikan kembali materi-materi utama yang biasanya dibahas di semester 2. Meskipun kurikulum dapat bervariasi antar sekolah, topik-topik berikut adalah yang paling umum dijumpai:
Dengan memahami cakupan materi ini, Anda dapat mengarahkan fokus belajar Anda secara lebih efektif.
Ulangan kimia biasanya mencakup kombinasi soal pilihan ganda, isian singkat, dan uraian. Setiap tipe soal menguji aspek pemahaman yang berbeda.
Soal pilihan ganda dirancang untuk menguji pemahaman konsep dasar dan kemampuan aplikasi cepat. Kuncinya adalah membaca soal dengan teliti, memahami opsi jawaban, dan mengeliminasi jawaban yang jelas salah.
Contoh Soal 1 (Stoikiometri):
Diketahui reaksi:
$2 textAl(s) + 3 textH_2textSO_4text(aq) rightarrow textAl_2(textSO_4)_3text(aq) + 3 textH_2text(g)$
Jika 5,4 gram aluminium direaksikan dengan asam sulfat berlebih, volume gas hidrogen yang dihasilkan pada suhu dan tekanan standar (STP) adalah… ($A_r$ Al = 27 g/mol, $A_r$ H = 1 g/mol)
A. 2,24 L
B. 4,48 L
C. 6,72 L
D. 8,96 L
E. 11,2 L
Pembahasan:
Pertama, kita perlu mencari jumlah mol aluminium yang bereaksi.
$n_Al = fractextmassatextMr = frac5,4 text g27 text g/mol = 0,2 text mol$
Dari persamaan reaksi setara, perbandingan mol Al dengan $H_2$ adalah 2 : 3.
Jadi, mol $H2$ yang dihasilkan adalah:
$nH2 = frac32 times nAl = frac32 times 0,2 text mol = 0,3 text mol$
Pada kondisi STP (Suhu 0°C, Tekanan 1 atm), 1 mol gas menempati volume 22,4 L.
Volume $H_2$ yang dihasilkan adalah:
Volume $H2 = nH_2 times 22,4 text L/mol = 0,3 text mol times 22,4 text L/mol = 6,72 text L$
Jawaban yang benar adalah C.
Contoh Soal 2 (Larutan dan Konsentrasi):
Sebanyak 10 gram NaOH dilarutkan dalam air hingga volume larutan 250 mL. Jika $A_r$ Na = 23, O = 16, H = 1, maka molaritas larutan NaOH tersebut adalah…
A. 0,1 M
B. 0,2 M
C. 0,5 M
D. 1,0 M
E. 2,0 M
Pembahasan:
Mr NaOH = 23 + 16 + 1 = 40 g/mol.
Jumlah mol NaOH = $frac10 text g40 text g/mol = 0,25 text mol$.
Volume larutan = 250 mL = 0,25 L.
Molaritas (M) = $fractextmol zat terlaruttextVolume larutan (L) = frac0,25 text mol0,25 text L = 1,0 text M$.
Jawaban yang benar adalah D.
Contoh Soal 3 (Termokimia):
Diketahui entalpi pembentukan standar ($ΔH_f^circ$) $CO_2$(g) = -393,5 kJ/mol dan $H_2O$(l) = -285,8 kJ/mol, serta entalpi pembakaran standar $CH_4$(g) = -890,4 kJ/mol.
Persamaan reaksi pembakaran metana adalah:
$CH_4$(g) + 2$O_2$(g) $rightarrow$ $CO_2$(g) + 2$H_2O$(l)
Perubahan entalpi reaksi ($ΔH_r^circ$) untuk reaksi pembakaran metana tersebut adalah…
A. -1760,1 kJ
B. -1176,1 kJ
C. -890,4 kJ
D. +1760,1 kJ
E. +1176,1 kJ
Pembahasan:
Menggunakan hukum Hess: $ΔH_r^circ = sum ΔH_f^circ (textproduk) – sum ΔH_f^circ (textreaktan)$
$ΔH_r^circ = – $
Entalpi pembentukan standar unsur bebas (seperti $O_2$) adalah nol.
$ΔH_f^circ (CH_4)$ tidak diberikan secara langsung sebagai entalpi pembentukan, namun entalpi pembakaran metana adalah -890,4 kJ/mol. Ini berarti perubahan entalpi untuk reaksi pembakaran metana adalah -890,4 kJ/mol.
Jadi, kita langsung bisa mengambil nilai $ΔH_r^circ$ dari entalpi pembakaran standar metana.
Jawaban yang benar adalah C.
Catatan: Jika soal tidak memberikan entalpi pembakaran, maka kita perlu menghitungnya menggunakan entalpi pembentukan reaktan dan produk.
Contoh Soal 4 (Asam dan Basa):
Berikut ini pernyataan tentang asam dan basa:
(1) Asam Arrhenius melepaskan ion $H^+$ dalam air.
(2) Basa Brønsted-Lowry adalah akseptor proton.
(3) $H_2SO_4$ adalah asam monoprotik.
(4) Larutan dengan pH = 3 bersifat basa.
Pernyataan yang benar ditunjukkan oleh nomor…
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (4)
D. (3) dan (4)
E. (1), (2), dan (3)
Pembahasan:
(1) Benar. Definisi asam Arrhenius adalah zat yang melepaskan ion $H^+$ (atau $H_3O^+$) dalam air.
(2) Salah. Basa Brønsted-Lowry adalah donor proton (penderma $H^+$), sedangkan asam Brønsted-Lowry adalah akseptor proton.
(3) Salah. $H_2SO_4$ memiliki dua atom H yang dapat dilepaskan, sehingga merupakan asam diprotik.
(4) Salah. Larutan dengan pH < 7 bersifat asam. pH = 3 berarti larutan tersebut bersifat asam, bukan basa.
Jawaban yang benar adalah A.
Contoh Soal 5 (Kesetimbangan Kimia):
Untuk reaksi kesetimbangan:
$N_2(g) + 3H_2(g) rightleftharpoons 2NH_3(g)$
Jika pada volume dan suhu tetap, konsentrasi $N_2$ diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke…
A. Kiri
B. Kanan
C. Tetap
D. Tidak dapat ditentukan
E. Terurai
Pembahasan:
Menurut prinsip Le Chatelier, jika pada sistem kesetimbangan diberikan aksi (perubahan kondisi), maka sistem akan bergeser untuk mengurangi pengaruh aksi tersebut.
Dalam kasus ini, aksi adalah diperbesar konsentrasi $N_2$. Untuk mengurangi peningkatan konsentrasi $N_2$, sistem akan mengonsumsi $N_2$ tersebut. $N_2$ adalah reaktan. Pengonsumsian reaktan akan menggeser kesetimbangan ke arah produk (kanan).
Jawaban yang benar adalah B.
Soal isian singkat menguji kemampuan Anda untuk memberikan jawaban yang tepat dan ringkas, seringkali berupa nilai numerik, satuan, atau istilah kimia.
Contoh Soal 6 (Stoikiometri):
Sebanyak 2 mol $CaCO_3$ dipanaskan hingga terurai sempurna menurut persamaan:
$CaCO_3(s) rightarrow CaO(s) + CO_2(g)$
Jumlah mol $CO_2$ yang dihasilkan adalah ……….. mol.
Pembahasan:
Dari persamaan reaksi yang setara, perbandingan mol $CaCO_3$ dengan $CO_2$ adalah 1 : 1.
Jika 2 mol $CaCO_3$ bereaksi, maka jumlah mol $CO_2$ yang dihasilkan adalah 2 mol.
Jawaban: 2
Contoh Soal 7 (Larutan dan Konsentrasi):
Jika 58,5 gram NaCl dilarutkan dalam 500 gram air, maka molalitas larutan tersebut adalah ……….. m. ($A_r$ Na = 23, Cl = 35,5)
Pembahasan:
Mr NaCl = 23 + 35,5 = 58,5 g/mol.
Jumlah mol NaCl = $frac58,5 text g58,5 text g/mol = 1 text mol$.
Massa pelarut (air) = 500 gram = 0,5 kg.
Molalitas (m) = $fractextmol zat terlaruttextmassa pelarut (kg) = frac1 text mol0,5 text kg = 2 text m$.
Jawaban: 2
Contoh Soal 8 (Asam dan Basa):
Diketahui $K_a$ HCN = $4,9 times 10^-10$. pH larutan HCN 0,1 M adalah ……….. (log 0,7 = -0,15)
Pembahasan:
HCN adalah asam lemah.
$HCN(aq) rightleftharpoons H^+(aq) + CN^-(aq)$
$ = sqrtK_a times M = sqrt4,9 times 10^-10 times 0,1 = sqrt4,9 times 10^-11$
$ = sqrt49 times 10^-12 = 7 times 10^-6 text M$
pH = $-log = -log(7 times 10^-6) = -(log 7 + log 10^-6) = -(log 7 – 6) = 6 – log 7$.
Karena log 7 $approx$ 0,85, maka pH $approx$ 6 – 0,85 = 5,15.
Jika menggunakan informasi log 0,7 = -0,15:
$ = sqrt4,9 times 10^-11 = sqrt49 times 10^-12 = 7 times 10^-6$.
pH = $-log(7 times 10^-6) = 6 – log 7$.
Untuk menyederhanakan, kita bisa menggunakan pendekatan:
$ = sqrt4,9 times 10^-11 approx sqrt4,9 times 10^-5.5$
$sqrt4,9$ $approx$ 2,2. Jadi $ approx 2,2 times 10^-5.5$.
pH = $5.5 – log(2.2) approx 5.5 – 0.34 = 5.16$.
Mari kita hitung ulang dengan nilai yang lebih akurat untuk log 7:
$log 7 approx 0.845$.
pH = $6 – 0.845 = 5.155$.
Jika kita perlu menggunakan log 0,7 = -0,15:
$ = sqrt4,9 times 10^-11 = sqrt49 times 10^-12 = 7 times 10^-6$.
pH = $-log(7 times 10^-6) = 6 – log 7$.
Ini tidak secara langsung menggunakan log 0,7. Kemungkinan ada kesalahan penulisan di soal atau opsi jawaban jika dimaksudkan untuk mempermudah.
Asumsikan kita perlu menggunakan kalkulator:
$ = sqrt4.9 times 10^-10 times 0.1 = sqrt4.9 times 10^-11 approx 7.00 times 10^-6$ M
pH = $-log(7.00 times 10^-6) approx 5.15$
Jika ada informasi log 7 atau log 4.9, akan lebih mudah.
Mari kita coba pendekatan lain jika ada petunjuk "log 0,7 = -0,15" yang bisa diartikan log(7/10) = -0,15, yang berarti log 7 – log 10 = -0,15, sehingga log 7 – 1 = -0,15, yang mengimplikasikan log 7 = 0,85.
Jika log 7 = 0,85:
pH = $6 – log 7 = 6 – 0,85 = 5,15$.
Jawaban: 5,15 (atau nilai yang mendekati tergantung ketelitian kalkulator/logaritma)
Soal uraian membutuhkan penjelasan rinci, perhitungan langkah demi langkah, dan kemampuan untuk menghubungkan berbagai konsep kimia.
Contoh Soal 9 (Stoikiometri dan Larutan):
Sebanyak 100 mL larutan $CuSO_4$ 0,5 M direaksikan dengan serbuk seng berlebih.
$Zn(s) + CuSO_4(aq) rightarrow ZnSO_4(aq) + Cu(s)$
Hitunglah:
a. Jumlah mol $CuSO_4$ yang bereaksi.
b. Massa tembaga (Cu) yang dihasilkan. ($A_r$ Cu = 63,5 g/mol)
c. Volume larutan $H_2SO_4$ 0,2 M yang diperlukan untuk menetralkan sisa tembaga yang terbentuk jika tembaga tersebut kemudian dilarutkan dalam $H_2SO_4$. (Asumsikan tembaga bereaksi dengan $H_2SO_4$ menghasilkan $CuSO_4$ dan $H_2$).
Pembahasan:
a. Jumlah mol $CuSO_4$ yang bereaksi:
Molaritas ($M$) = $fractextmoltextVolume (L)$
Mol $CuSO_4$ = $M times V$
$V$ = 100 mL = 0,1 L
Mol $CuSO_4$ = 0,5 mol/L $times$ 0,1 L = 0,05 mol.
b. Massa tembaga (Cu) yang dihasilkan:
Dari persamaan reaksi setara: $Zn(s) + CuSO_4(aq) rightarrow ZnSO_4(aq) + Cu(s)$
Perbandingan mol Zn : $CuSO_4$ : $ZnSO_4$ : Cu adalah 1 : 1 : 1 : 1.
Jika 0,05 mol $CuSO_4$ bereaksi, maka akan dihasilkan 0,05 mol Cu.
Massa Cu = mol Cu $times$ $A_r$ Cu
Massa Cu = 0,05 mol $times$ 63,5 g/mol = 3,175 gram.
c. Volume larutan $H_2SO_4$ 0,2 M untuk menetralkan sisa tembaga:
Asumsi bahwa "sisa tembaga yang terbentuk" merujuk pada tembaga yang dihasilkan pada langkah b. Namun, ini adalah interpretasi yang agak janggal karena tembaga adalah logam padat. Mungkin maksud soal adalah tembaga yang terbentuk dilarutkan dalam $H_2SO_4$. Jika tembaga bereaksi dengan $H_2SO_4$ menghasilkan $CuSO_4$ dan $H_2$, maka reaksinya adalah:
$Cu(s) + H_2SO_4(aq) rightarrow CuSO_4(aq) + H_2(g)$
Perbandingan mol Cu : $H_2SO_4$ adalah 1 : 1.
Kita punya 0,05 mol Cu yang terbentuk. Jika Cu ini dilarutkan dalam $H_2SO_4$, maka diperlukan 0,05 mol $H_2SO_4$.
Molaritas $H_2SO_4$ = 0,2 M.
Mol $H_2SO_4$ = $M times V$
0,05 mol = 0,2 mol/L $times$ V
V = $frac0,05 text mol0,2 text mol/L = 0,25 text L = 250 text mL$.
*Catatan: Jika maksud soal adalah netralisasi, biasanya melibatkan reaksi asam-basa. Reaksi Cu dengan $H_2SO_4$ adalah reaksi redoks, bukan netralisasi asam-basa dalam artian umum.*
Contoh Soal 10 (Termokimia dan Kesetimbangan Kimia):
Diketahui data entalpi pembentukan standar:
$ΔH_f^circ (NO_2(g)) = +33,2 text kJ/mol$
$ΔH_f^circ (N_2O_4(g)) = +9,7 text kJ/mol$
Reaksi kesetimbangan: $2NO_2(g) rightleftharpoons N_2O_4(g)$
a. Hitung perubahan entalpi reaksi ($ΔH_r^circ$) untuk reaksi tersebut.
b. Jika suhu dinaikkan, bagaimana pengaruhnya terhadap kesetimbangan? Jelaskan menggunakan prinsip Le Chatelier.
c. Jika volume wadah diperkecil pada suhu tetap, bagaimana pengaruhnya terhadap kesetimbangan? Jelaskan.
Pembahasan:
a. Perubahan entalpi reaksi ($ΔH_r^circ$):
$ΔH_r^circ = sum ΔH_f^circ (textproduk) – sum ΔH_f^circ (textreaktan)$
$ΔH_r^circ = – $
$ΔH_r^circ = – $
$ΔH_r^circ = +9,7 text kJ/mol – 66,4 text kJ/mol$
$ΔH_r^circ = -56,7 text kJ/mol$
b. Pengaruh kenaikan suhu terhadap kesetimbangan:
Karena $ΔH_r^circ$ bernilai negatif (-56,7 kJ/mol), reaksi pembentukan $N_2O_4$ dari $NO_2$ adalah reaksi eksotermik (melepas panas). Reaksi ke arah kiri ($N_2O_4 rightarrow 2NO_2$) adalah reaksi endotermik (memerlukan panas).
Menurut prinsip Le Chatelier, jika suhu dinaikkan (menambah panas), kesetimbangan akan bergeser ke arah yang menyerap panas, yaitu ke arah endotermik.
Jadi, kesetimbangan akan bergeser ke kiri, yaitu menuju pembentukan $NO_2$.
c. Pengaruh pengecilan volume wadah pada suhu tetap:
Pengecilan volume wadah pada suhu tetap akan meningkatkan tekanan total sistem.
Dalam reaksi kesetimbangan $2NO_2(g) rightleftharpoons N_2O_4(g)$, jumlah mol gas reaktan (2 mol $NO_2$) lebih banyak daripada jumlah mol gas produk (1 mol $N_2O_4$).
Menurut prinsip Le Chatelier, untuk mengurangi peningkatan tekanan, sistem akan bergeser ke arah jumlah mol gas yang lebih sedikit.
Jumlah mol gas yang lebih sedikit terdapat pada pihak produk ($N_2O_4$).
Jadi, kesetimbangan akan bergeser ke kanan, yaitu menuju pembentukan $N_2O_4$.
Dengan persiapan yang matang dan strategi belajar yang tepat, Anda akan dapat menghadapi ulangan kimia kelas 10 semester 2 dengan percaya diri dan meraih hasil yang memuaskan. Selamat belajar!