Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM

Memasuki semester kedua di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), siswa kelas 1 dihadapkan pada materi matematika yang lebih mendalam dan menantang. Matematika bukan sekadar angka dan rumus, melainkan sebuah bahasa universal yang melatih logika, pemecahan masalah, dan penalaran kritis. Memahami konsep-konsep yang diajarkan di semester ini menjadi fondasi penting untuk kelancaran belajar di tingkat selanjutnya.
Ulangan semester menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan siswa dalam menyerap materi. Oleh karena itu, persiapan yang matang adalah kunci. Artikel ini hadir untuk membantu para siswa kelas 1 SMP, orang tua, dan pendidik dalam mempersiapkan diri menghadapi ulangan matematika semester 2. Kita akan mengupas tuntas materi-materi penting beserta contoh soal yang bervariasi, lengkap dengan pembahasan mendalam agar pemahaman semakin kokoh.

Semester kedua biasanya mencakup topik-topik yang berkaitan dengan:
Mari kita selami setiap topik ini dengan contoh soal yang representatif.
Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang dapat didefinisikan dengan jelas. Memahami notasi dan operasi pada himpunan sangat penting.
Konsep Penting:
untuk mendaftar anggotanya.Contoh Soal 1:
Diketahui himpunan A = bilangan prima kurang dari 10 dan himpunan B = bilangan ganjil kurang dari 12.
a. Tuliskan anggota himpunan A dan B dalam bentuk mendaftar.
b. Tentukan A ∪ B.
c. Tentukan A ∩ B.
d. Tentukan A B.
Pembahasan Soal 1:
a.
b. A ∪ B adalah gabungan anggota A dan B.
A ∪ B = 1, 2, 3, 5, 7, 9, 11.
c. A ∩ B adalah anggota yang sama-sama ada di A dan B.
Anggota yang sama adalah 3, 5, 7. Jadi, A ∩ B = 3, 5, 7.
d. A B adalah anggota A yang tidak ada di B.
Anggota A adalah 2, 3, 5, 7. Anggota B adalah 1, 3, 5, 7, 9, 11.
Anggota A yang tidak ada di B adalah 2. Jadi, A B = 2.
Aljabar memperkenalkan penggunaan variabel untuk mewakili nilai yang tidak diketahui atau bervariasi.
Konsep Penting:
Contoh Soal 2:
Diberikan bentuk aljabar 5p² – 3p + 7 – 2p² + 4p.
a. Tentukan suku-suku sejenisnya.
b. Sederhanakan bentuk aljabar tersebut.
c. Jika p = 3, berapakah nilai bentuk aljabar yang sudah disederhanakan?
Pembahasan Soal 2:
a. Suku-suku sejenis adalah suku yang memiliki variabel dan pangkat yang sama.
b. Untuk menyederhanakan, kita kelompokkan suku-suku sejenis lalu menjumlahkan atau mengurangkannya.
(5p² – 2p²) + (-3p + 4p) + 7
= (5 – 2)p² + (-3 + 4)p + 7
= 3p² + 1p + 7
= 3p² + p + 7
c. Untuk mencari nilai bentuk aljabar yang sudah disederhanakan (3p² + p + 7) jika p = 3, kita substitusikan nilai p.
3(3)² + (3) + 7
= 3(9) + 3 + 7
= 27 + 3 + 7
= 37
Topik ini mengajarkan cara menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan yang hanya memiliki satu jenis variabel dengan pangkat tertinggi satu.
Konsep Penting:
Contoh Soal 3:
Selesaikan soal-soal berikut:
a. 4(x – 2) + 3 = 15
b. 2(y + 1) ≥ 5y – 7
Pembahasan Soal 3:
a. PLSV: 4(x – 2) + 3 = 15
Langkah 1: Distribusikan 4 ke dalam kurung.
4x – 8 + 3 = 15
Langkah 2: Sederhanakan konstanta di ruas kiri.
4x – 5 = 15
Langkah 3: Tambahkan 5 ke kedua ruas untuk mengisolasi suku yang mengandung x.
4x – 5 + 5 = 15 + 5
4x = 20
Langkah 4: Bagi kedua ruas dengan 4 untuk mendapatkan nilai x.
4x / 4 = 20 / 4
x = 5
Jadi, penyelesaiannya adalah x = 5.
b. PtLSV: 2(y + 1) ≥ 5y – 7
Langkah 1: Distribusikan 2 ke dalam kurung.
2y + 2 ≥ 5y – 7
Langkah 2: Pindahkan suku-suku yang mengandung y ke satu ruas dan konstanta ke ruas lain. Kita pindahkan 2y ke kanan dan -7 ke kiri.
2 + 7 ≥ 5y – 2y
9 ≥ 3y
Langkah 3: Bagi kedua ruas dengan 3. Karena pembaginya positif, arah tanda ketidaksamaan tetap.
9 / 3 ≥ 3y / 3
3 ≥ y
Atau bisa ditulis y ≤ 3.
Jadi, penyelesaiannya adalah y ≤ 3 (semua nilai y yang kurang dari atau sama dengan 3).
Perbandingan digunakan untuk membandingkan dua besaran, sementara skala sangat berguna dalam pemetaan dan miniaturisasi.
Konsep Penting:
Contoh Soal 4:
a. Jarak antara kota A dan kota B pada peta adalah 15 cm. Jika skala peta adalah 1:500.000, berapakah jarak sebenarnya antara kota A dan kota B dalam kilometer?
b. Seorang pemborong dapat menyelesaikan pembangunan rumah dalam waktu 60 hari jika dikerjakan oleh 24 orang pekerja. Berapa lama waktu yang dibutuhkan jika hanya dikerjakan oleh 18 orang pekerja?
Pembahasan Soal 4:
a.
Diketahui:
Jarak pada peta = 15 cm
Skala = 1:500.000
Rumus skala: Skala = Jarak pada Peta / Jarak Sebenarnya
Maka, Jarak Sebenarnya = Jarak pada Peta / Skala
Jarak Sebenarnya = 15 cm / (1/500.000)
Jarak Sebenarnya = 15 cm × 500.000
Jarak Sebenarnya = 7.500.000 cm
Karena diminta dalam kilometer, kita ubah satuan cm ke km.
1 km = 100.000 cm
Jarak Sebenarnya = 7.500.000 cm / 100.000 cm/km
Jarak Sebenarnya = 75 km.
Jadi, jarak sebenarnya antara kota A dan kota B adalah 75 km.
b.
Ini adalah contoh perbandingan berbalik nilai.
Diketahui:
Jumlah pekerja 1 = 24 orang, Waktu 1 = 60 hari
Jumlah pekerja 2 = 18 orang, Waktu 2 = ?
Dalam perbandingan berbalik nilai, berlaku:
Pekerja 1 × Waktu 1 = Pekerja 2 × Waktu 2
24 orang × 60 hari = 18 orang × Waktu 2
1440 = 18 × Waktu 2
Waktu 2 = 1440 / 18
Waktu 2 = 80 hari.
Jadi, jika hanya dikerjakan oleh 18 orang pekerja, waktu yang dibutuhkan adalah 80 hari.
Aritmetika sosial berkaitan dengan perhitungan dalam kegiatan jual beli dan keuangan.
Konsep Penting:
Contoh Soal 5:
a. Seorang pedagang membeli 10 kg beras dengan harga Rp120.000. Pedagang tersebut menjual seluruh berasnya dengan harga Rp13.500 per kg. Berapa persentase keuntungan yang diperoleh pedagang tersebut?
b. Sebuah toko memberikan diskon 20% untuk setiap pembelian tas. Jika harga sebuah tas setelah diskon adalah Rp240.000, berapakah harga tas sebelum diskon?
c. Sebuah karung berisi gula pasir memiliki berat kotor (bruto) 50 kg. Jika berat tara (kemasan) karung adalah 1 kg, berapakah berat bersih (netto) gula pasir tersebut?
Pembahasan Soal 5:
a.
Diketahui:
Jumlah beras = 10 kg
Harga beli total = Rp120.000
Harga jual per kg = Rp13.500
Langkah 1: Hitung total harga jual.
Harga jual total = 10 kg × Rp13.500/kg = Rp135.000.
Langkah 2: Hitung keuntungan.
Keuntungan = Harga Jual Total – Harga Beli Total
Keuntungan = Rp135.000 – Rp120.000 = Rp15.000.
Langkah 3: Hitung persentase keuntungan.
Persentase Keuntungan = (Keuntungan / Harga Beli Total) × 100%
Persentase Keuntungan = (Rp15.000 / Rp120.000) × 100%
Persentase Keuntungan = (1/8) × 100%
Persentase Keuntungan = 12,5%.
Jadi, persentase keuntungan yang diperoleh adalah 12,5%.
b.
Diketahui:
Diskon = 20%
Harga setelah diskon = Rp240.000
Harga setelah diskon adalah (100% – 20%) = 80% dari harga sebelum diskon.
Misalkan harga sebelum diskon adalah P.
80% × P = Rp240.000
0,80 × P = Rp240.000
P = Rp240.000 / 0,80
P = Rp300.000.
Jadi, harga tas sebelum diskon adalah Rp300.000.
c.
Diketahui:
Bruto = 50 kg
Tara = 1 kg
Rumus: Netto = Bruto – Tara
Netto = 50 kg – 1 kg
Netto = 49 kg.
Jadi, berat bersih gula pasir tersebut adalah 49 kg.
Untuk mempersiapkan diri menghadapi ulangan matematika semester 2, terapkan strategi berikut:
Matematika kelas 1 SMP semester 2 memang menyajikan materi yang lebih kompleks, namun dengan pemahaman yang baik dan latihan yang konsisten, Anda pasti bisa menguasainya. Contoh soal dan pembahasan yang disajikan dalam artikel ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam persiapan ulangan Anda. Ingatlah bahwa kunci keberhasilan adalah ketekunan dan kemauan untuk terus belajar. Selamat belajar dan semoga sukses!